Pengembangan Kurikulum dengan Metode Integrasi Kurikulum Cambridge ke dalam Kurikulum Matematika SMP

Kurniasih dan Sani menerangkan bahwa kurikulum 2013 merupakan rangkaian penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah dirintis di tahun 2004 yang berbasis kompetensi dan diteruskan dengan kurikulum KTSP (Alawiyah, 2014; Sariono, 2014). Isi kurikulum tersebut mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Kurikulum 2013 diharapkan dapat membentuk generasi yang berkompeten dalam menjawab tantangan global. Kurikulum 2013 membentuk peserta didik melakukan observasi/ pengaatan, bertanya, dan bernalar terhadap ilmu yang diajarkna oleh guru (Marlina, 2013; Sariono, 2014)

Salah satu kurikulum internasional yang sangat terkenal di Indonesia adalah kurikulum Cambridge. Kurikulum tersebut menjadi terkenal karena adanya kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan mendirikan Sekolah Berstandart Internasional (Oktaviani, dkk, 2013). Dalam penerapannya pemerintah banyak menunjuk sekolah-sekolah negeri sebagai pionernya. Kurikulum Cambridge menekankan pada proses dan penilain. Cambridge Progression Test dan Cambridge Checkpoint Test adalah bentuk dari monitoring hasil pembelajaran yang dilakukan di sekolah oleh Cambridge Intenational Examinaiton diakomodasi sebagai program standar untuk penilaian dan uji kualifikasi internasional (Saputro, 2012)

Perhatian pemerintah dan pakar pendidikan matematika diberbagai negara untuk meningkatkan kemampuan matematika peserta didik tidak hanya tertuju kepada kurikulum yang diberlakukan saja (Depdiknas, 2007). Kecenderungan tersebut ditujukan untuk memantau aktifitas peserta didik dalam pembelajaran dan juga hasil yang akan dicapai oleh peserta didik setelah pembelajaran. Dari segi tersebut maka pembelajaran berbasis saintifik yang ada pada kurikulum 2013 sudah sangat tepat untuk diaplikasikan.

 

Mengintegrasikan kurikulum Cambridge ke dalam kurikulum 2013 membutuhkan beberapa langkah. Pertama adalah menyiapkan dokumen kurikulum cambridge atau disebut secondary 1 Mathematic Curriculum framework dan juga dokumen silabus matematika kurikulum 2013 kelas 7. Langkah ke-2 adalah mencermati setiap KD yang tertera di dalam masing-masing kurikulum. Langkah ini bertujuan untuk membangun pemikiran guru bahwa ada irisan antara kurikulum Cambridge dengan kurikukulum 2013. Langka ke 3 adalah membuat tabel yang berisi kolom nomor, kolom kompetensi dasar kurikulum 2013, kolom kompetensi Cambridge, dan kolom keterangan (tabel 1). dan langka ke 4 adalah mengisi sesuai dengan intruksinya.

Berdasarkan penelitian sebelumnya bahwa kurikulum menuntuk pengembangan kompetensi dan kretifitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas (Alawiyah, 2014; Sariono, 2014). Oktaviani, dkk (2013) menyatakan bahwa ada persamaan dan perbedaan pada kurikulum nasional Indonesia dengan kurikulum Cambridge, model CTL sangat tepat digunakan pada proses pembelajaran di kelas dan terakhir dari hasil penelitiannya ada kenaikan pada hasil belajar peserta didik dengan menggunakan integrasi antar kurikulum. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurprasetyo (2013) bahwa didapatkan hasil kurikulum dapat disajikan berupa jaringan tema yang menyajikan indikator-indikator yang terikat didalamnya. Kurikulum yang merupakan hasil dari integrasi dibuat secara terstruktur dan sangat rinci memenuhi tuntutan tujuan pendidikan nasional dan juga memenuhi standart sertifikasi Cambridge yang tentunya menguasai kualifikasi internasional.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s